"Pemberian Aktivitas Belajar Mandiri di Kelas saat Guru Bertugas di luar Sekolah"
Assalamu'alaikum..,
Berikut adalah catatan kecil untuk melengkapi tugas Praktik Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran dalam Modul 3.1 Program Pendidikan Guru Penggerak.
PERISTIWA (FACT)
Latar Belakang Peristiwa yang Dihadapi
Sebagai guru kelas, saya juga memiliki tugas tambahan di luar tugas utama saya mengajar. Selain bertugas sebagai bendahara sekolah, saya juga sering ditugaskan mewakili sekolah untuk menghadiri pertemuan berkaitan dengan kepegawaian. Hal ini membuat saya harus sering meninggalkan kelas atau jam mengajar saya, dan membuat saya merasa berhutang pada siswa saya. Saya mengalami dilema etika dimana "benar bagi saya untuk mewakili sekolah" dan "penting bagi saya untuk tetap mengajar di kelas". Saya berpikir bahwa penting bagi saya untuk menyiapkan aktivitas dan tugas bagi siswa untuk dapat belajar secara mandiri.
Alasan Melakukan Aksi
Saya memberikan aktivitas berupa belajar mandiri dan penugasan secara individu dengan tujuan untuk mendorong siswa untuk tetap belajar meskipun tanpa keberadaan saya di kelas, dan berusaha untuk memahami dan mendalami lagi materi di rumah dengan penugasan yang ringan. Saat bersua kembali di sekolah, maka waktu yang sempit saya gunakan untuk mereview hasil belajar mereka, melengkapi yang masih kurang dan memperbaiki konsep siswa yang belum tepat. Saya menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengatasi masalah ini.
Uji Pengambilan Keputusan yang Dilakukan
1) Nilai yang bertentangan : Benar versus benar
2) Pihak yang terlibat dalam peristiwa : Saya, Kepala Sekolah, siswa kelas V
3) Fakta yang relevan : Saya sering meninggalkan tugas mengajar
4) Pengujian benar/salah :
a. Uji legal : tidak ada aspek pelanggaran hukum pada situasi saya
b. Uji regulasi : tidak ada pelanggaran kode etik saya sebagai guru
c. Uji intuisi : tidak ada tindakan saya yang perlu dicurigai sebagai tindakan pelanggaran
d. Uji publikasi : tidak masalah jika aktivitas saya ini dipublikasikan.
5) Paradigma dilema yang saya hadapi : individu lawan masyarakat
6) Prinsip resolusi : Berpikir berbasis rasa peduli dan peraturan
7) Investigasi opsi trilemma : Memberikan aktivitas mandiri pada siswa, Kepala Sekolah bersedia menggantikan saya mengajar di kelas.
8) Keputusan yang saya ambil : Menyiapkan tugas berupa aktivitas baik individu maupun kelompok pada siswa kelas V saat saya harus tugas ke luar sekolah.
9) Refleksi : a) Siswa saya tetap mendapatkan haknya yaitu memperoleh materi pembelajaran dari saya. serta b) Materi pelajaran tetap dapat terselesaikan.
Hasil Aksi Nyata
Siswa dapat memahami materi dengan baik, dan mendapatkan nilai yang cukup memuaskan saat saya adakan penilaian harian. Itu artinya tugas aktivitas yang saya berikan dapat diterima dengan baik oleh siswa saya.
PERASAAN (FEELING)
Sebelum saya menjalankan aksi ini, saya merasa ragu akan berhasil, namun saya tidak punya pilihan lain, karena saya juga harus melaksanakan tugas yang diamanahkan oleh atasan saya untuk mewakili sekolah.
Saat saya melakukan praktik aksi nyata ini, saya merasa harus memotivasi diri, dan meyakinkan diri bahwa semua tindakan yang saya lakukan akan memberikan hasil yang baik. Dan jika hasil belajar siswa kurang baik, sudah menjadi kewajiban saya untuk memperbaikinya.
Setelah melihat hasil belajar siswa, alhamdulillah saya merasa bersyukur, ternyata komitmen siswa untuk tetap belajar secara mandiri di kelas, membuahkan hasil yang baik, meski tidak 100 % siswa bisa belajar secara mandiri.
PEMBELAJARAN (FINDING)
Bahwa penugasan mandiri yang saya berikan ketika saya harus meninggalkan jam mengajar, tidak selalu membuahkan hasil yang baik. Ada kalanya beberapa siswa sama sekali tidak mengerjakan apa yang telah saya perintahkan, karena mereka tidak termotivasi tanpa kehadiran gurunya. Maka penting bagi saya untuk tetap mengulang materi meskipun secara singkat, untuk menajamkan pemahaman siswa saya terhadap satu materi.
Pembelajaran berdiferensiasi sangat membantu untuk saya terapkan dalam pembelajaran di kelas saya supaya waktu yang sempit dapat saya manfaatkan secara lebih maksimal.
PENERAPAN KE DEPAN (FUTURE)
Rencana Perbaikan Tugas tambahan selain mengajar sebagai guru kelas, tidak dapat dihindari di jenjang pendidikan dasar, apalagi di SD Negeri. Maka dari itu, karena saya telah menyadari potensi saya, dan berkomitmen dengan kemampuan serta amanah yang diberikan oleh atasan, maka wajib bagi saya untuk me-manage diri dan pikiran saya dengan baik, membagi perhatian untuk tetap fokus pada pembelajaran dan bisa fokus pada tugas samping dari atasan. Saya akan menerapkan pendekatan pembelajaran dengan lebih kreatif dan variatif untuk memenuhi kebutuhan siswa di kelas saya. Saya juga akan melibatkan rekan sejawat untuk membantu mendampingi siswa saya belajar di kelas saat saya tidak ada. Termasuk juga, saya akan tetap melibatkan orang tua siswa dalam pendampingan belajar di rumah masing-masing.
Praktik pembelajaran berdiferensiasi dapat dilihat di chanel saya berikut :
https://youtu.be/nozwbzJXbVk
Semoga bermanfaat dan terima kasih...
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Joss banget
BalasHapusthankyu bu Endah
Hapus